Beberapa Tanda Tubuh Kita Kelebihan Gula

Penjelasan Penyakit Epilepsi Itu Seperti Apa

Naga333 - Epilepsi merupakan salah satu jenis penyakit kronis yang tidak dapat disembuhkan secara total. Lalu, seperti apa penyakit epilepsi itu? Epilepsi merupakan gangguan otak yang menyebabkan sel-sel saraf tidak bekerja dengan baik. Karena melibatkan aktivitas otak tertentu, jenis kejang epilepsi yang dialami akan menentukan gejala-gejala epilepsi. 

Beberapa gejala yang dapat muncul adalah kebingungan sementara, kekakuan otot, gerakan otot yang tidak terkendali, dan kehilangan kesadaran. Untuk itu, simak penjelasannya dan ketahui beberapa tanda-tanda epilepsi yang perlu diwaspadai berikut ini. "avalonfire.org" situs terpercaya, menyebutkan bahwa epilepsi merupakan kondisi otak yang mengakibatkan kejang secara terus-menerus. 

Epilepsi atau yang sering dikenal dengan ayan atau konvulsi dapat menyerang siapa saja, baik anak-anak, dewasa, pria, maupun wanita. Epilepsi memiliki beberapa jenis. Pada sebagian orang, penyebab epilepsi dapat diketahui. Namun, pada sebagian orang lainnya, penyebab epilepsi tidak dapat diketahui secara pasti. Namun, kejang tunggal belum tentu mengindikasikan epilepsi. 

Jika seseorang mengalami sedikitnya dua kali kejang tanpa diketahui penyebabnya dalam kurun waktu 24 jam, maka ia dikatakan menderita epilepsi. Penderita epilepsi biasanya dapat mengendalikan kejangnya dengan obat-obatan atau operasi.



Namun, sebagian orang mungkin memerlukan pengobatan dalam jangka waktu yang lama. Selain itu, anak-anak penderita epilepsi mungkin dapat pulih seiring bertambahnya usia. Gejala utama dari epilepsi adalah kejang yang berulang-ulang. Namun, gejala lain yang muncul akan berbeda-beda, tergantung pada jenis kejang yang dialami. 

Dilansir dari Cleveland Clinic dan "naga333" situs terpercaya, ada beberapa tanda epilepsi yang perlu diwaspadai, seperti: Kehilangan kesadaran sementara Kontraksi otot yang tiba-tiba dan tidak terkendali, otot menjadi lemas atau tidak kencang seperti biasanya Pandangan kosong atau melamun Kebingungan sementara Perubahan pada kelima indra (pendengaran, penglihatan, pengecap, penciuman) Kesulitan berbicara atau memahami Sakit perut dan merinding Melakukan gerakan-gerakan yang tidak wajar, seperti mendecakkan bibir, mengunyah sesuatu, menggosok telapak tangan, dan menggerakkan jari Mengalami gejala psikologis, seperti ketakutan atau kecemasan Denyut jantung dan/atau pernapasan meningkat Orang dengan epilepsi cenderung mengalami jenis kejang yang serupa sehingga gejala yang dialaminya juga hampir sama. 

Umumnya, hampir 70% kasus epilepsi tidak diketahui penyebabnya. Namun, faktor genetik, sklerosis mesial temporal, cedera kepala, infeksi, gangguan kekebalan tubuh, gangguan perkembangan, gangguan metabolisme, gangguan otak, dan kelainan pembuluh darah otak merupakan penyebab potensial epilepsi. 

Meningkatkan pemahaman Anda tentang seperti apa epilepsi sangat penting agar Anda dapat segera mencari pertolongan medis jika diperlukan. Meskipun tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, kondisi ini dapat dikontrol secara medis, baik dengan mengonsumsi obat-obatan atau menjalani operasi.


Komentar