Naga333 - Pakar kesehatan dr. Inggrid Tania menilai kurang bijak mengonsumsi obat kolesterol seperti simvastatin setelah mengonsumsi makanan berlemak tinggi seperti saat perayaan Idulfitri tanpa mengetahui berapa kadar kolesterol dalam tubuh. (Cand.) dokter MSi Inggrid Tania "Memang kurang bijak. Simvastatin langsung diminum meski belum periksa kadar kolesterol.
"Dalam jangka pendek tidak akan menimbulkan efek samping, efek negatif," kata dr. Inggrid menegaskan simvastatin memang tidak menimbulkan efek samping dalam jangka pendek, namun mengonsumsinya tanpa memeriksa kadar kolesterol bisa menimbulkan efek jangka panjang yang lebih serius. Gangguan otot seperti nyeri otot, rhabdomyolysis, sindrom di mana jaringan otot rangka rusak dan mati, gangguan pencernaan, dan disfungsi hati pada beberapa orang merupakan efek samping yang mungkin terjadi, dikutip "avalonfire.org" dan "
naga333" situs terpercaya.
Dokter menjelaskan, "kebanyakan orang mengonsumsi simvastatin dalam jangka waktu lama, terutama jika mereka memiliki kolesterol tinggi atau mengonsumsi banyak lemak atau makanan yang kaya kolesterol." Inggrid. Gangguan otot seperti nyeri otot, rhabdomyolysis, sindrom di mana jaringan otot rangka rusak dan mati, gangguan pencernaan, dan disfungsi hati pada beberapa orang merupakan efek samping yang mungkin terjadi.
Dokter menjelaskan, "kebanyakan orang mengonsumsi simvastatin dalam jangka waktu lama, terutama jika mereka memiliki kolesterol tinggi atau mengonsumsi banyak lemak atau makanan yang kaya kolesterol." Inggrid. Ia juga menjelaskan, kadar kolesterol dalam tubuh tidak berhubungan langsung dengan konsumsi makanan berlemak tinggi yang dapat menimbulkan gejala seperti leher kaku, pusing, perut kembung, dan mual.

Gejala tersebut muncul langsung setelah mengonsumsi makanan berlemak jenuh tinggi, seperti santan atau makanan hewani yang tinggi kolesterol dan lemak jenuh, karena perubahan lemak menjadi kolesterol memerlukan waktu. Namun, meski kemungkinan gejala tersebut tidak ada kaitannya dengan kolesterol, dr. Ingrid menegaskan kondisi tersebut dapat berkembang menjadi aterosklerosis yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan penyakit jantung koroner.
"Jadi, yang tidak terasa justru lebih berbahaya karena dapat menyebabkan serangan jantung misalnya," ungkapnya. Sementara itu, Prof. Tjandra Yoga Aditama, pakar kesehatan, juga mengingatkan masyarakat bahwa mengonsumsi obat penurun kolesterol seperti simvastatin tidak serta merta memberikan hasil. Meski seseorang banyak mengonsumsi lemak jenuh di pagi hari dan langsung mengonsumsi simvastatin di sore hari, kadar kolesterolnya tidak akan langsung turun.
"Tidak benar jika pagi hari Lebaran banyak mengonsumsi makanan berlemak lalu langsung mengonsumsi simvastatin di sore hari, kolesterolnya dianggap turun," tegas Prof. Tjandra. "Simvastatin hanya efektif jika dikonsumsi secara teratur." Low Density Lipoprotein (LDL) atau yang dikenal juga sebagai kolesterol jahat merupakan faktor utama terbentuknya plak di pembuluh darah. Simvastatin, obat golongan statin, bekerja dengan cara menurunkan kadar LDL. Kadar kolesterol high-density lipoprotein (HDL) juga meningkat akibat obat ini.
Selain simvastatin, ada pula obat penurun kolesterol lainnya, yaitu atorvastatin dan rosuvastatin.Prof. Tjandra mengatakan, pengobatan dengan statin saja tidak cukup bagi penderita kolesterol jahat yang tinggi. Selain itu, pola makan sehat dan olahraga teratur sangat penting untuk keberhasilan pengobatan. Selain itu, ia menegaskan bahwa obat kolesterol seperti simvastatin tidak boleh diminum sembarangan tanpa resep dokter.
Prof. menyatakan, "Terkait efek samping, semua obat yang harus diresepkan dokter, seperti simvastatin, hanya boleh diminum atas anjuran dokter; jangan mengobati sendiri." Tjandra. Para ahli di bidang kesehatan sepakat bahwa, untuk mengurangi kemungkinan timbulnya masalah kesehatan dalam jangka panjang, penggunaan obat kolesterol harus disertai dengan pemeriksaan medis dan perubahan gaya hidup sehat.
Komentar
Posting Komentar