Naga333 - Kalsium merupakan mineral yang penting bagi tubuh karena mengendalikan fungsi saraf serta membentuk tulang dan gigi. Mengonsumsi makanan yang tinggi kalsium dapat menjadi pilihan bagi orang yang ingin mengonsumsi lebih banyak kalsium. Dengan kandungan kalsium sebesar 306 miligram per cangkir, atau 23,5 persen dari kebutuhan harian (Nilai Harian/DV), susu merupakan sumber utama kalsium bagi banyak orang.
Dilansir dari "avalonfire.org" dan "
naga333" situs terpercaya, masih banyak makanan lain yang juga mengandung kalsium, bahkan ada yang lebih tinggi dari susu. Berikut daftarnya: Yogurt, Kalsium, protein, dan vitamin B12 hanyalah beberapa nutrisi penting yang ditemukan dalam yogurt, yang merupakan produk susu fermentasi. Sebanyak 415 miligram kalsium, atau 32 persen dari nilai harian, dapat ditemukan dalam satu cangkir yogurt.
Menurut penelitian, orang dewasa dan anak-anak yang mengonsumsi yogurt memiliki asupan kalsium, magnesium, kalium, dan vitamin D yang lebih tinggi. Jika dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsi yogurt, mereka yang mengonsumsi yogurt cenderung mengonsumsi jumlah kalsium, magnesium, dan kalium yang direkomendasikan. Sarden, 351 miligram kalsium, atau 27% dari nilai harian, dapat ditemukan dalam sekaleng sarden dengan tulang, yang beratnya 3,75 ons.
Selain itu, sarden menyediakan 343 persen dari DV untuk vitamin B12 dan 88 persen dari DV untuk selenium dalam satu porsi. Tulang sarden kalengan merupakan sumber kalsium alami yang mudah diserap tubuh dan lembut serta aman untuk dimakan. Kefir, Kefir, minuman yang terbuat dari yogurt yang difermentasi, memiliki banyak manfaat kesehatan.

Secangkir kefir mengandung 316 miligram kalsium, atau 24 persen dari kebutuhan harian. Selain itu, kefir mengandung protein, vitamin A, dan probiotik—mikroorganisme hidup yang membantu pencernaan. Tahu, Tahu merupakan produk olahan kedelai yang kaya kalsium. Untuk meningkatkan kandungan kalsium dan memperkuat struktur beberapa tahu, garam kalsium seperti kalsium sulfat digunakan dalam produksinya. 861 miligram kalsium, atau 66% dari nilai harian, dapat ditemukan dalam setengah cangkir tahu padat yang diperkaya kalsium.
Selain itu, tahu memiliki mineral penting seperti zat besi, seng, dan selenium. Jus jeruk fortifikasi, Selama proses produksi, kalsium ditambahkan ke beberapa produk jus jeruk. Jus jeruk yang diperkaya mengandung 349 miligram kalsium, atau 27% dari nilai harian, dalam satu cangkir. Selain itu, jus jeruk menyediakan lebih dari 400 persen dari nilai harian per sajian, menjadikannya sumber vitamin C yang sangat baik. Biji wijen, Magnesium, tembaga, zat besi, tiamin, seng, dan kalsium semuanya ditemukan dalam biji wijen.
Biji wijen kering mengandung 351,2 miligram kalsium, atau 28% dari kebutuhan harian. Selain itu, porsi ini menyediakan 30% dari asupan magnesium harian yang direkomendasikan. Susu kedelai fortifikasi, Jika Anda tidak suka susu sapi, Anda tetap dapat mengonsumsi susu kedelai yang diperkaya kalsium. Susu kedelai Silk Original mengandung 8 gram protein dan 450 miligram kalsium, atau 35% dari kebutuhan harian, dalam satu cangkir. Keju mozzarella, Satu cangkir keju mozzarella parut mengandung 566 miligram kalsium atau 43,5 persen dari kebutuhan harian, serta 24,9 gram protein.
Protein membantu menjaga berat badan ideal dan memperlambat pencernaan serta penyerapan gula darah. Salmon kaleng, Selain itu, salmon kalengan juga mengandung banyak kalsium. Setiap kaleng salmon kalengan mengandung 454 gram kalsium, atau 74,3 persen dari kebutuhan harian. Karena lunak, tulangnya dapat dimakan sebagai sumber kalsium yang cepat diserap tubuh. Seng, selenium, protein, dan vitamin B12 semuanya ditemukan dalam jumlah banyak pada salmon.
Susu almond fortifikasi, Kalsium juga sering ditambahkan ke dalam susu almond. Susu almond aman bagi orang yang mengonsumsi makanan nabati atau tidak menyukai produk susu. Keju ricotta, Ricotta adalah produk susu kental yang kaya kalsium. Ricotta kaya akan protein, selenium, fosfor, dan sejumlah vitamin B, dan satu cangkirnya mengandung 507 miligram kalsium, atau 39% dari kebutuhan harian.
Komentar
Posting Komentar